Candi Borobudur, Akses dan Harga Tiket Masuk Terbaru

candi borobudur
Foto:@pakindro

Candi Borobudur di Yogyakarta ialah candi Budha yang paling besar dan tertua di dunia. Ciri khas candi Budah itu adalah meluas dan lebih horizontal, berbeda dengan ciri khas candi Hindu yang lebih ramping, meninggi secara vertikal menjulang ke atas. Candi Borobudur ini bahkan usianya lebih tua dari Angkor Wat, yakni candi Budha yang berada di Kamboja. Selain itu Borobudur juga telah ditetapkan oleh salah satu badan internasional PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), tepatnya oleh UNESCO, sebagai world heritage yakni salah satu warisan dunia. Candi megah ini juga merupakan salah satu dari ketujuh keajaiban dunia. Jadi sangat disayangkan sekali jika ada WNI (Warga Negara Indonesia) yang belum pernah menyaksikan salah satu bangunan termegah warisan nenek moyang. Sempatkan meski sekali seumur hidup untuk mengunjunginya.

Baca Juga: Liburan di Jogja, Berikut Destinasi Wisata Yang Wajib Kamu Kunjungi!

Bacaan Lainnya

Lokasi Candi Borobudur

Candi ini berlokasi di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Yogyakarta ataupun sekitar 86 kilometer dari kota Surakarta, dan sekitar 100 kilometer kalau dari kota Semarang.

Luas Candi Borobudur

Luas lahan kawasan tempat lokasi candi Borobudur ini berada ialah sekitar 123 x 123 meter persegi.

Ukuran Tinggi Candi Borobudur

Ketinggian asli dari candi Borobudur itu ialah mencapai hingga 42 meter, kurang lebihnya, namun saat sekarang ini permukaan candi yang dapat terlihat oleh para wisatawan pengunjung ialah hanya sekitar 34,5 meter saja, sebagiannya yaitu pada bagian bawahnya sengaja dibiarkan terkubur ataupun dibiarkan tetap tertutup oleh timbunan tanah. Hal ini dimaksudkan supaya bisa lebih menjadi penguat di bagian pondasinya. Sebagai pertimbangan lainnya juga karena gambar relief di bagian paling bawah ini yang ada gambaran mengenai berbagai ragam posisi hubungan suami istri, yang dinilai agak vulgar sehingga dikhawatirkan dampaknya apabila disaksikan dan dilihat oleh wisatawan pengunjung anak-anak, mengingat bahwa cukup banyak juga wisatawan pengunjung candi Borobudur yang masih berusia dibawah umur.

Asal Nama Candi Borobudur

Fungsi Candi di jamannya ialah merupakan tempat perenungan diri atau tempat untuk kontemplasi, sehingga candi Budha yang satu ini lantas diberi nama sebagai candi Borobudur. Perbedaan antara candi Budha dengan candi Hindu itu ialah juga pada fungsinya. Jika candi Hindu dibangun untuk pemujaan, memuja para Dewa, maka candi Budha dibangun lebih untuk menjadi tempat perenungan. Penamaan Borobudur tersebut asalnya dari kata Bara atau biara, yakni sebutan untuk para biksu Budha yang masih dalam tahap belajar atau di tahap proses pematangan diri dan dari kata Budur yang berarti tinggi. Sehingga arti kata nama Borobudur itu adalah sebagai suatu vihara yang adanya di suatu tempat yang tinggi.

Sejarah Pembangunan Candi

Candi yang megah ini pada awalnya dimulai pembangunannya oleh para penganut agama Budha Mahayana di sekitar 770 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan wangsa Syailendra yang waktu itu rajanya ialah Prabu Samaratungga. Ditunjuknya seorang arsitek kuno yang namanya Gunadarma sebagai arsitek pemimpin rintisan awal mula pembangunan Borobudur. Proses pembangunan candi  yang sangat luas dan megah tersebut tentunya memerlukan waktu yang sangat lama, yang bahkan mencapai hingga puluhan tahun lamanya, sehingga proses pembangunan Borobudur tersebut pun berlangsung dari generasi ke generasi berikutnya, dan  diperkirakan selesai pada sekitar 828 Masehi.

Filosofi Candi Borobudur

tiket masuk candi borobudur
Foto:@rayanti

Candi ini dibangun dengan secara bertingkat atau berundak, guna menggambarkan tingkatan spiritual manusia. Pada tingkatan paling bawah digambarkan kehidupan kasar level paling bawah tingkatan spiritual manusia, lalu semakin naik ke atas semakin meningkat tingkat spiritualitasnya dan mencapai kematangan dan level spiritual yang tertinggi pada bagian puncak yang di posisi paling atas Borobudur ini.

Akses Menuju Wisata :

Dari Bandara Yogyakarta International Airport (bandara Kulon Progo) – Borobudur dilayani oleh bus DAMRI. Penjualan tiket bus DAMRI  ada di area kedatangan dan area parkir bandara ada juga Hiace dari bandara dengan tiket Rp.46k dengan estimasi perjalanan kurang lebih 60 menit. Bila kamu dari Stasiun Tugu – Borobudur dilayani oleh bus DAMRI. Penjualan tiket bus DAMRI terletak di arah pintu ke luar stasiun, dekat konter Dinas Pariwisata DIY atau gunain bus kecil travel biaya 75K dengan durasi perjalanan 90 menit lamanya.

Jam Operasional:

Setiap Hari  08.00-16.00 WIB

Untuk hari senin TUTUP
Jam Istirahat 12.00-13.30 WIB

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur:

NoKeteranganTiket
1DewasaRp.50.000
2Anak-AnakRp.25.000
3Tiket Robongan Min.20 OrangRp.25.000
4Terusan Borobudur + Prabanan DewasaRp.75.000
5Terusan Borobudur + Prabanan Anak2Rp.35.000
6Terusan Borobudur + Ratu Boko DewasaRp.75.000
7Terusan Borobudur + Ratu Boko Anak2Rp.35.000
8WNA DewasaRp.350.000
9WNA Anak-Anak Maksimal 10 ThRp.210.000
10GuideRp.100.000

Telah banyak para wisatawan lokal nusantara maupun wisatawan asing dari berbagai penjuru dunia yang sudah menyaksikan sendiri kemegahan dan keindahan Borobudur yang memukau dan mempesona tersebut. Namanya sudah sangat terkenal di seluruh dunia.  Selamat liburan di Borobudur Sobat Triper.

Pos terkait