Candi Kimpulan

Candi Kimpulan
Foto: @gemilangmiko

Jogjakarta memang selalu memberikan keunikan tersendiri di setiap destinasi wisata yang dimilikinya. Sebagai contohnya adalah Candi Kimpulan. Dimana candi ini berada di dalam kompleks perpustakaan Universitas Islam Indonesia atau UII.

Baca Juga: Candi Borobudur, Akses dan Harga Tiket Masuk Terbaru

Bacaan Lainnya

Ulasan terkait Candi Kimpulan

Biasanya bangunan candi akan mudah di anda kunjungi di tempat terbuka. Akan tetapi letak dari Candi Kimpulan begitu berbeda dari yang lain. Pasalnya candi ini terletak di dalam area perpustakaan kompleks perpustakaan Universitas Islam Indonesia atau UII.

Awal ditemukannya candi ini bermula ketika terjadi proyek pembangunan pondasi perpustakaan universitas tersebut. Akan tetapi pada saat proses penggalian tanah malah ditemukannya sebuah bangunan candi. Bisa dibilang candi ini terkubur selama bertahun-tahun di bawah tanah.

Dan perlu kalian ketahui bahwa universitas yang memiliki sebuah bangunan candi hanya Universitas Islam Indonesia atau UII. Karena terletak di dalam sebuah kawasan universitas maka untuk mengunjungi candi ini harus melalui berbagai macam persyaratan yang telah ditentukan.

Persyaratan yang harus dilakukan adalah seperti laporan terhadap petugas keamanan bahwa akan mengunjungi kawasan candi dan melakukan pengisian buku tamu. Pada tahun 2018 untuk memasuki candi ini memang belum berlaku sebuah harga tiket masuk.

Dan pada saat itu juga candi ini memang sedang dilakukannya ekskavasi di lokasi candi. Dengan dibuatnya berbagai sarana untuk menunjang candi tersebut. Salah satunya adalah dibangunnya museum di area tersebut.

Pemberian nama Kimpulan sendiri disamakan dengan nama desa ditemukannya candi tersebut, penemuan candi ini ditemukan pada kedalaman kurang lebih sekitar 2,1 m dibawah permukaan tanah. Walaupun tertimbun berbagai material sedimen akan tetapi ketika ditemukannya candi ini masih dalam keadaan baik.

Foto:@astrid_photography.id

Tertimbunnya candi ini pada masa keemasannya terjadi dikarenakan aktivitas gunung vulkanik di daerah tersebut. Batu yang digunakan untuk membangun candi ini adalah batu andesit yang dibuat dengan cara pengikiran yang begitu rapi.

Dari bentuk rapi tersebut mempermudah penyusunan sebuah candi tanpa menggunakan bantuan dari perekat apapun. Bentuk dari candi ini terlihat begitu minimalis. Pada bagian tepi terdapat sebuah bangunan pagar yang tersusun rapi.

Jika kalian hendak melihat candi ini dengan lebih jelas maka kalian harus melompati pagar yang mengelilingi candi tersebut. Pasalnya dibagian tengah pagar terdapat dua buah candi di dalamnya. Untuk candi yang menghadap ke sisi timur adalah sebuah candi induk.

Sama dengan candi pada umumnya, candi ini juga memiliki beberapa ornament disekitarnya. Ornamen relief berbentuk antefiks dapat anda temukan di bagian dinding. Lalu ada juga relief orang yang sedang duduk membawa sebuah tangkai bunga teratai dan juga roster.

Bukan hanya hal tersebut saja pasalnya pada bagian dalam candi terdapat sebuah arca Ganesha, lingga dan yoni, wadah gerabah, dan adanya sebuah umpak batu dengan lebar sekitar 60 cm. Dan untuk candi yang menghadap kebarat bisa dinamakan candi perwara.

Candi perwara tersebut berbentuk persegi panjang yang didalamnya terdapat sebuah yoni,  lapik yang memiliki ornamen, arca Nandi, dan struktur batu yang menyerupai bentuk bak penampung air. Untuk lebar pintu yang dimiliki oleh candi perwara sendiri adalah sekitar 52 cm.

Baca Juga: Gunung Nglanggeran, Wisata Alam di Yogyakarta yang Tidak Boleh Dilewatkan

Walaupun berbentuk sederhana candi ini memiliki konstruksi yang baik dan juga kokoh. Terbukti bahwa selama bertahun-tahun tertimbun di bawah tanah keadaan ketika ditemukan masih tetap apik. Hanya saja bagian atasnya telah hilang. Hal ini mungkin dikarenakan bahan yang digunakan pada bagian atap memang mudah lapuk.

Dilihat dari bentuk konstruksinya yang sangat baik bisa membuktikan bahwa masyarakat pada masa pembuatan bangunan candi tersebut sudah memiliki kemampuan konstruksi yang sangat bagus. Saat ini candi ini biasanya digunakan untuk sebuah sarana penelitian pendidikan.

Rute yang digunakan untuk ke area Candi Kimpulan

Jika kalian berminat untuk mengunjungi area candi ini maka anda bisa secara langsung mengunjungi area kawasan Universitas Islam Indonesia atau UII. Patuhi segala persyaratan ketika melakukan kunjungan. Hal ini dilakukan agar keadaan candi tetap terjaga kelestariannya. Untuk harga tiket memasuki kawasan candi ini memang belum ditentukan.

Jika kalian sedang berada di sekitar daerah Jogjakarta maka tidak ada salahnya mengunjungi area Candi Kimpulan ini.

Pos terkait