Istilah dan Ucapan Yang Sering di Bicarakan Kaum Pendaki Gunung

              650 Views

Aktifitas mendaki gunung kini kian populer dari anak-anak hingga dewasa, namun dari ketenaran akan liburan extrem ini juga berdampak akan kelestarian kawasan gunung dimana data yang dihimpun dari komunitas Angkut Sampah (Trasbag) mencatat pada akhir 2016 saja sampah yang ada di beberapa gunung di Indonesia mencapai 3,5 ton, masalah sampah ini memang menjadi problem utama kebanyakan taman nasional di Indonesia khususnya pengelola kawasan gunung.

Baca Juga: Biaya Pendakian Gunung Rinjani [+] 5 Jalur Yang Bisa Kamu Pilih Menggapai Puncak Anjani

Pendakian adalah hoby yang fun namun kamu harus tahu secara prinsipal bahwa mendaki bukan sekedar mendaki namun harus tahu aturan khususnya perihal sampah, jika mendaki tentunya tidak membuah sampah sembarangan sehingga ekosistem tetap terjaga. Disisi lain dari dampak negatif yaitu sampah gunung ada pula sisi baik dari populernya mendaki gunung yaitu sirkulasi ekonomi kawasan, secara tidak langsung aktifittas mendaki gunung yang dilakukan kaum melenial ini membawa dampak bagus bagi sekelompok orang atau masyarakat di lereng gunung tersebut yaitu perbaikan masalah ekonomi.

Baca Juga: 6 Pulau Terindah yang Ada di Indonesia dengan Keindahan yang Luar Biasa

Dari polemik diatas maka pemerintah juga harus ikut andil dalam menerapkan regulasi yang kuat agar kedepan kawasan gunung di Indonesia tidak semakin buruk, tentunya regulasi yang diterapkan harus disosialisasikan kepada orang-orang yang tepat atau ke lembaga-lembaga terkait sehingga orang-orang yang melakukan aktiftas mendaki gunung sadar bahwa alam ini adalah milik bersama dan tentunya sadar bisa menjaga bersama pula.

Polemik sampah menjadi isu utama dalam dunia pendakian, makan peraturan kawasan bascame tentu berperan penting dalam hal ini semisal barang siapa yang naik dengan mabawa barang maka turun juga harus membawa sampahnya dengan melaporkan ke bascame, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengurangi quota pedaki misalnya setiap hari hanya boleh mendaki 100 orang misalnya atau melakukan penutupan di bulan-bulan tertentu agar pemulihan ekosistem cepat beransur membaik. Memang aturan yang disebutkan diatas sudah diterapkan dibeberapa gunung di Indonesia misalnya saja Gunung Gede kini masalah sampah cukup teratasi dengan metode seperti diatas .

Sementara itu hal yang paling penting adalah kesadaran pribadi si pendaki tentunya aturan sudah ditetapkan namun jiwa pendaki masih abal-abal masalah sampah akan terus terulang, untuk itu bagi para pendaki tentunya harus bisa saling mengingatkan bahwa membuang sampah sembarangan itu sangat fatal untuk kelangsungan hidup satwa sekitar dan tentunya ekosistem kawasan kian waktu, hari, tahun,windu akan berdampak di kehidupan manusia misalnya terjadi longsor, banjir bandang, kekeringan dll

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Air Terjun Tumpak Sewu

Untuk itu yuk kita jaga bareng-bareng alam Indonesia raya agar tercipta kondisi yang aman, nyaman dan tentunya alam tercinta khususnya Gunung dalam hal ini tetap lestari sehingga kelak generasi penerus tetap bisa menikmati apa yang sudah kita nikmati. Bagi para pendaki tentunya hal-hal diatas harus bisa dibenamkan pada hati yang paling dalam sehingga terjadinya hal negatif dapat dihidarkan.

Dalam dunia pendakian khsusnya bagi yang baru terjun mungkin pembelajaran atau edukasi sampah harus banyak bertanya kepada para senior, untuk itu bagi kamu yang baru terjun mendaki gunung harus banyak-banyak bergaul dengan kakak senior tentunya bergaulnya kepada senior yang kompeten dalam hal dunia pendaki. Oia bagi kamu yang baru mendaki mungkin ucapan atau istilah istilah dibawah ini kurang famaliar , mungkin perkataan atau ucapan dan istilah dibawha ini bisa menjadi pembuka dalam pendekatan pada kakak senior:D

1. Flysheet: tenda pendukung yang biasanya digunakan sebagai penutup bagian atas tenda
2. Frame: Rangka pada tenda
3. Nesting: Panci untuk memasak
4. Kompor Portable: Alat untuk memasak yang bisa dibawa kemana-mana
5. Opsi: operasi bersih-bersih gunung
6. Ranger: penjaga taman nasional
7. Porter: pemandu perjalanan sekaligus orang membantu membawa barang.
8. Bonus: trek tanpan tanjakan
9. Landai: Trek tanpa ada tanjakan
10. Double M: sebutan untuk Gunung Merapi dan Merbabu.
11. Triple S: sebutan untuk Gunung Sindoro, Sumbing, dan Slamet.
12. Hiking: berjalan kaki di alam bebas.
13. Head Lamp: lampu atau senter yang bisa diletakkan di kepala.

14. Slemping Bag (SB): kantong tidur yang biasanya terdapat penutup kepalanya juga.
15. Tali Prusik: tali kecil berukuran 3-6 mm, memiliki banyak fungsi
16. Ranjau: biasanya mengacu pada kotoran manusia.
17. Shelter: tempat istirahat yang biasanya bisa digunakan untuk tempat bermalam.
18. Pos: tempat singgah atau lokasi istirahat sementara.
19. Bivak: sebuah tenda sederhana yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara saat mendaki gunung.
20. Leader: seorang pemimpin dalam rombongan pendakian
21. Sweeper: biasanya berada di posisi paling belakang dalam rombongan. Tugas sweeper biasanya bertugas untuk memastikan bahwa tak ada barang     pendaki maupun pendaki yang tertinggal dalam rombongan.
22. SAR (Search And Rescue): Kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.

23. Simaksi: adalah surat izin masuk kawasan konservasi
24. Logistik: Bahan Makanan yang sering kita bawa saat mendaki gunung, kalo laper kita makan yang kita bawa persedian harus mencukupi sesuai porsi gunung yang akan kita daki
25. Trekking: Perjalanan yang cukup panjang saat kita mendaki, lebih ke jalur pendaki yang panjang contohnya Argopuro yang memiliki jalur treeking yang panjang se Jawa.
26. Ekpepedisi: Perjalanan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, misalnya mendaki gunung Yamin yang ada di Papua nah ini kan belum ada yang mendaki terlalu banyak makany kebanyak menggunakan kata Ekpedisi
27. Keril/tas gunung: tas yang berfungsi untuk membawa perlengkapan pendakian dari mulai logistik, peralatan ,P3k dll
28. Daypack: tas kecil biasanya untuk summit gunung
29. Hipo: sering disebut juga dengan hopotermia yaitu suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mentasi tekanan suhu dingin , makanya jika kedingin segera cari yang hangat2 biar gak kedinginan karena jika hipo bisa berakibat fatal.
30. Mountaineering: Kegiatan mendaki gunung dan menyususri hutan dengan menerapkan materi-materi yang dibutuhkan selama pendakian
31. Ultralight Hiking: Suatu cara tau teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip saferty prosedure serta kenyamanan selama berada di alam bebas
32. Survivor: Survival dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit atau kritis.
33. Survival: Bertahan hidup (kelompok)
34. Suvival Kit: Survival kit sendiri merupakan kotak yang berisi segala macam alat yang kelak akan berguna apabila kita melakukan survival.
35. Rock:istilah rock digunakan untuk menandakan adanya batu yang meluncur dari atas. Jadi ketika ada pendaki berteriak “Rock! Rock! Segeralah mencari posisi yang aman.
36. Tek Tok: Mendaki gunung dalam satu hari
37. Crampon: logam yang ditempelkan di telapak sepatu guna mendaki gunung es.
38. Harnes: Pengikat tubuh dari pita webbing yang berfungsi untuk menyelamatkan pemanjat tebing yang jatuh dari kemungkinan cedera parah.
39. Gaiter: pelindung sepatu dan kaki yang berfungsi untuk menjaga sepatu dari masuknya kerikil, batu, debu, lumpur.
40. Trekking Pole: Alat atau tongkat hiking
41.Buff: Masker atau penutup kepala
42. Taslan:bahan yang tergolong anti air yang sering digunakan sebagai bahan jaket.
43. Goretex: Salah satu bahan jaket yang paling kuat dan anti air.
44. Polar: bahan jaket dengan lapisan serat seperti kapas.

 

Tags:
author

Author: