Mengatasi Bahaya Petir Saat Mendaki Gunung

              963 Views

Baru baru ini telah terjadi musibah di kawasan Gunung Parau dimana pendaki terkena sambaran petir , oleh sebab itu Trip Jalan Jalan akan memberikan beberapa tips agar terhindar dari bahayanya petir.

Dimana sifat petir bisa di golongkan sbb:

  1. Menyalurkan arus negatif (Sambaran dari Bumi ke Awan, biasanya dr instalasi listrik PLN) atau arus positif (sambaran Petir dari awan ke Bumi ) ke    permukaan Bumi yang merupakan “Kapasitor” Raksasa melalui saluran udara pekat berupa air dan atau logam penghantar ter tinggi.
  2. Menghubungkan dua kutub kuat antar awan di udara yang karena kecepatan pergerakan ion negatif positif itu, udara pekat terbelah dan menghasilkan suara ledakan petir keras. pergerakan ion ini mengandung jutaan voltase seketika yang mematikan.
  3. Sambaran petir memiliki pola yang mengumpul di kawasan tertentu secara acak. Biasanya, lokasi yang pernah kena sambaran akan menjadi (langganan) sambaran petir. Intensitas sambaran petir di suatu kawasan dapat di deteksi di jejaring metereologi dan JADPEN, Jaringan deteksi petir nasional di tangkuban perahu. Pun juga dapat direkam dari jaringan “Lighting Position And Tracking System (LPATS)”
  4. Petir adalah fenomena alam yang dapat di deteksi dengan tekhnologi.
  5. Petir yang menyambar ke tanah, jika tidak menemukan potensial yang sama, akan keluar lagi mencarinya. Yang dicari apa saja yang bersifat sebagai konduktor. Benda atau makhluk hidup seperti manusia. Jadi jika ada sambaran petir ditanah berjarak 500 an meter dari posisi kita berdiri, arus petir akan merambat di permukaan tanah, dia akan melewati kaki kita. jika kaki terbuka maka ada perbedaan potensial dari kaki kiri dgn kaki kanan, antar kaki akan terbakar karena beda potensial dan fatal bagi kita.

Saran saat melewati kawasan hujan dan area dengan Hari Guruh (Petir) tinggi adalah :

  1. Jika mendirikan bivak, hindari di bawah tower dan atau pohon tinggi
  2. Matikan semua alat elektronik yg menggunakan sinyal seperti HP, HT, Radio FM karena sinyalnya mengundang arus Petir Negatif dari udara
  3. Berhenti dan cari perlindungan yang rendah meskipun berada di atas lereng gunung dan terbuka, karena jika ada sambaran petir ke bumi, petir akan mencari titik tertinggi.
  4. Jika kita di sabana atau puncak gunung, sambaran bisa terjadi di mana saja jika ada elemen logam di sekitar kita berpijak. posisi duduk lebih beresiko kecil dibanding kita berdiri/ berjalan.
  5. pelajari karakter metereologi kawasan yang akan kita jelajahi, terutama masuk ke kawasan yg memiliki hari guruh tinggi…
  6. Ketika berada di alam terbuka, rapatkan kedua kaki saat ada gejala petir menyambar. Perbedaan jarak antar dua kaki membuat potensial berbeda sehingga menjadi penghantar arus

Semoga tulisan diatas memberikan manfaat bagi para Pendaki khusunya agar lebih hati-hati saat mendaki dengan cuaca yang sekarang (penghujan).

 

Kredit: Relawan Pendaki

Tags: