Alun Alun Magetan, Sejarah Misteri Semua Ada di Sini Wong Magetan Wajib Baca!

Tidak dipungkiri terbentuknya Kota Magetan ada sangkut pautnya dengan Kerajaan Zaman dahulu dan peperangan oleh kompeni yang dikenal dengan VOC. Jika Ponorogo ada kaitanya denga Kerajaan Demak dan kemudian diutus Bentoro Kantong ke wilayah Wengker dan dibentuknya nama baru di wilayah tersebut dengan nama Pramono Rogo dan sampai saat ini familiar dengan Ponorogo.

Baca Juga: Tempat Belanja di Magetan

Bacaan Lainnya

Magetan sendiri juga tidak luput dengan sejarah zaman dahulu di masa Kerajaan yang memimpin di wilayah barat yaitu Solo, Yogya dan sekitarnya dan Magetan sendiri masuk wilayah timur karena berada di timur Gunung Lawu, perlu kamu tahu jalan karanganyar-magetan adalah lalulintas orang-orang hebat zaman dahulu karena tempat semedi dan membuka kadipaten di wilayah timur melakukan perjalanan menyusuri gunung lawu.

Cerita perihal meredupnya kerajaan adikuasa yaitu Mataram yang dipimpin oleh Sulta Agung Hanyokrokusumo dimana sang raja sangat luar biasa melawan VOC yang mencoba mengambil alih siklus perdagangan di daerah barat khususnya Solo-Tuban, namun setelah meninggalnya sang raja pada tahun 1645 Mataram berubah total yang tadinya menggila melawan VOC akan tetapi redup saat di pimpin oleh Sultan Amangkurat 1 pada masa 1646-16677.

Baca Juga: Kolam Renang di Magetan Beserta Tiket Masuknya

Pada tahun 1646 sang raja Sultan Amangkurat 1 melakukan sebuah perjanjian dengan Kompeni dimana dalam perjajian tersebut dimana VOC bisa berdagang dimana saja dan bisa leluasa melakukan aktifitas di daerah Mataram sehingga VOC makin hari makin kuat area jajahan dan pertahannya serta di titip tertentu area perdagangan di kuasa VOC. Yang lebih fatal Mataram tidak diperbolehkan melakukan pelayaran ke timur yaitu Ambol dan Ternate baik itu hanya sekedar silaturohim karena dua Kota ini menjadi distrik VOC zaman dahulu.

Vidio Alun alun Magetan:

Karena keputusan sang Raja membuat perjanjian tersebut mengakibatkan goyangnya perekenomian dan menyebabkan pandangan yang kurang baik terhadap kolega kerajaan yang menjadi wilayah kekuasaan Mataram secara bertahap melepaskan diri semisal Panggeran Giri yang berkuasan di sisi Utara Pulau Jawa, dan panggeran asal Madura yang bernama Trunojoyo juga kecewa tas sikap sang Raja Mataram dan titik panasnya kerajaan kecil yang mulai tidak suka dengan Mataram melakukan agresi (memberontak) kepada Mataharam pada tahun 1674.

Baca Juga: Tempat Romantis di Magetan, Cocok Buat Kamu Yang Mau Honymoon (Bulan Madu)

Dari pemberotakan yang dilakukan oleh kerajaan utara dn timur ini mengakibatkan ratusan orang menjadi korban dalam peperangan, suasana makin genting di dalam kerajaan Mataram kala itu, kerabat keraton yang bernama Basah Bibit dan Patih Mataram yang bernama Panggeran Nrang Kususmo di tuduh bersekutu dengan para Ulama dan menentang kebijakan Sulatan Amangkurat 1. Dari peristiwa ini Basah Gondokusumo diasingkan ke semarang dan sang Patih memilih untuk bersemedi di sisi timur yaitu Gunung Lawu, jabatan Patih Nrang Kusumo digantikan oleh adiknya yaitu Nrang Boyo II.

Singkat cerita karena dituduh bekerja sama dengan para Ulama dan panggerna timur Basah Gondokusumo diasingkan ke Semarang dikediaman Kakeknya dan dari sini awal cerita bahwasanya Basah Gondokusumo mendapatkan wasiat dari kakeknya untuk mengasingkan diri ke wilayah timur yaitu sisi timur Gunung Lawu tepatnya ia Magetan yang sekarang. Mereka Basah Suryaningrata mendengar berita disisi timur lagi diadakan babt hutan yang dipimpin oleh Ki Buyut Suro (Ki Ageng Getas), pembabatan hutan ini atas dasar perintah Ki Ageng Mageti ini awal mula Magetan ada.

Pos terkait