Alun Alun Magetan, Sejarah Misteri Semua Ada di Sini Wong Magetan Wajib Baca!

  • Whatsapp
Alun Alun Magetan di kala malam hari (Foto :Mas Aji)

Alun – Alun Magetan merupakan tempat terbuka hijau yang ada di Kabupaten Magetan dimana setiap tahun alun alun ini mendapatkan suntikan dana yang cukup besar dari Pemda, sehingga perubahan alun alun juga sering terjadi. Sebagai taman di Magetan yang memiliki kapasitas yang besar alun alun juga menjadi tempat nongkrong anak muda khususnya untuk bertemu dengan teman sejawatnya.

Baca Juga: Tempat Wisata di Magetan, Nomor 46 Paling Hits

Muat Lebih

Sebuah alun alun juga merupakan identitas sebuah daerah, jika alun alun rapi,bersih, nyaman tentunya ini berpengaruh pada cara pandang orang terhadap kinerja suatu pemerintahan daerah itu sendiri. Kota Magetan sendiri merupakan sebuah daerah yang ada di Jawa Timur dimana terdiri dari 18 kecamatan serta tersebar sebanyak 223 kelurahan yang ada di wilayah Magetan. Luas wilayah Magetan sendiri mencapai 668,85 Km2 dimana yang menjadi batas wilayah sebelah barat adalah Karanganyar, sisi utara ada Ngawi, sisi selatan ada Wonogiri dan sisi timur ada Madiiun dan Ponorogo.

Baca Juga: Berwisata di Kota Magetan? Nyesel Gak Cobain Makanan Khas Magetan

Kembali ke topik utama berbicara ruang terbuka hijau ia sobat Triper, kota yang idealnya harus mempunyai ruang terbuka hijau atau sering di sebut RTH minimal 30% dari total luas wilayah yang ada yaitu 20% untuk kawasan hijau terbuka atau diperuntukan untuk umum sedangkan 10% itu area private. Apakah Magetan sudah memiliki standart dari ketentuan ini? kalo sudah bagus tinggal menata serta merawatnya dengan baik.

Baca Juga: Daftar Kerajinan di Kota Magetan

Terus ruang terbuka hijau atau taman tersebut apa sih fungsinya? sedikit gambaran perihal fungsi taman yang adai sebuah kota antara lain:

  • Tentunya keberadaan taman atau RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara kalo manusia ia paru paru yang mengaturnya makin banyak taman makin adem and sejuk, bener pora? ora bener dianggep bener aee ora manut tak jewer 😀
  • Untuk selanjutnya berfungsi sebagai tempat meneduh donk, kalo kamu enak-enak jalan sama pasangan terus hujan dan kebetulan ada taman ia mampir lumayan kan atau lagi kepanasan juga bisa mampir.
  • Fungsi selanjutnya untuk oksigen, itu pasti karena taman identik dengan banyak pohon dan bunga jadi oksigen melimpah.
  • Dan hal tidak kalah penting yaitu untuk penyerap air hujan, ini berfungsi untuk menampung sumber
  • Taman juga bisa mendatangkan satwa baik itu satwa kecil sekecil semut atau burung2 cantik yang nemplok di pohon awas jangan main bedel ora oleh yooo
  • Taman juga berfungsi sebagai penahan angin. menyerap bakteri yang tidak baik dll
  • Taman juga merupakan identitas suatu wilayah yang pernah kita sebut diatas tadi
  • RTH atau taman juga sebagai tempat berkomunikasi antar warga, ora enek taman kowe yooo kadang2 ora iso kenalan karo wong wedok tonggomu 😀
  • Taman juga berfungsi sebagai tempat wisata, asikk
  • Dan masih banyak lagi fungsi dan manfaat adanya sebuah RTH atau taman kota.

Setelah mengetahui tentang banyak sekali manfaat taman apa kamu diem saja tidak bergerak untuk selalu menjaga kebersihan taman yang ada di daerah kamu?

Baca Juga: Deretan Tempat Makan di Magetan Yang Menggugah Selera Makan Kamu

Kabupatean Magetan memiliki beberapa potensi usaha yang sudah dikenal masyarakat Jawa Timur khususnya, dimana Magetan memiliki Sentra perkebunan Pamelo yang berlokasi di Tamanan, kerajinan kulit di jl.Sawo, kerajinan anyaman bambu di Ringin agung, sentra batik di Sidomukti, dan industri genteng di Winong dan masih banyak lagi pontensi yang terus dikembangkan oleh Pemda Magetan untuk kesejahteraan warga Magetan.

Wisata unggulan Magetan adalah Telaga Sarangan dimana lokasi berada di paling barat Magetan tepatnya di Plaosan, Sarangan di kaki gunung lawu dengan ketinggian 1000Mdpl.

Baca Juga: Deretan Tempat Nongkrong di Magetan Yang Bisa Buat Pelepas Kangen Sama Pasangan Kamu

Setelah kamu mengetahui sedikit tentang Magetan kamu juga perlu mengetahui hal penting dimana histori terbentuknya Kabupaten Magetan.

Tidak dipungkiri terbentuknya Kota Magetan ada sangkut pautnya dengan Kerajaan Zaman dahulu dan peperangan oleh kompeni yang dikenal dengan VOC. Jika Ponorogo ada kaitanya denga Kerajaan Demak dan kemudian diutus Bentoro Kantong ke wilayah Wengker dan dibentuknya nama baru di wilayah tersebut dengan nama Pramono Rogo dan sampai saat ini familiar dengan Ponorogo.

Baca Juga: Tempat Belanja di Magetan

Magetan sendiri juga tidak luput dengan sejarah zaman dahulu di masa Kerajaan yang memimpin di wilayah barat yaitu Solo, Yogya dan sekitarnya dan Magetan sendiri masuk wilayah timur karena berada di timur Gunung Lawu, perlu kamu tahu jalan karanganyar-magetan adalah lalulintas orang-orang hebat zaman dahulu karena tempat semedi dan membuka kadipaten di wilayah timur melakukan perjalanan menyusuri gunung lawu.

Cerita perihal meredupnya kerajaan adikuasa yaitu Mataram yang dipimpin oleh Sulta Agung Hanyokrokusumo dimana sang raja sangat luar biasa melawan VOC yang mencoba mengambil alih siklus perdagangan di daerah barat khususnya Solo-Tuban, namun setelah meninggalnya sang raja pada tahun 1645 Mataram berubah total yang tadinya menggila melawan VOC akan tetapi redup saat di pimpin oleh Sultan Amangkurat 1 pada masa 1646-16677.

Baca Juga: Kolam Renang di Magetan Beserta Tiket Masuknya

Pada tahun 1646 sang raja Sultan Amangkurat 1 melakukan sebuah perjanjian dengan Kompeni dimana dalam perjajian tersebut dimana VOC bisa berdagang dimana saja dan bisa leluasa melakukan aktifitas di daerah Mataram sehingga VOC makin hari makin kuat area jajahan dan pertahannya serta di titip tertentu area perdagangan di kuasa VOC. Yang lebih fatal Mataram tidak diperbolehkan melakukan pelayaran ke timur yaitu Ambol dan Ternate baik itu hanya sekedar silaturohim karena dua Kota ini menjadi distrik VOC zaman dahulu.

Vidio Alun alun Magetan:

Karena keputusan sang Raja membuat perjanjian tersebut mengakibatkan goyangnya perekenomian dan menyebabkan pandangan yang kurang baik terhadap kolega kerajaan yang menjadi wilayah kekuasaan Mataram secara bertahap melepaskan diri semisal Panggeran Giri yang berkuasan di sisi Utara Pulau Jawa, dan panggeran asal Madura yang bernama Trunojoyo juga kecewa tas sikap sang Raja Mataram dan titik panasnya kerajaan kecil yang mulai tidak suka dengan Mataram melakukan agresi (memberontak) kepada Mataharam pada tahun 1674.

Baca Juga: Tempat Romantis di Magetan, Cocok Buat Kamu Yang Mau Honymoon (Bulan Madu)

Dari pemberotakan yang dilakukan oleh kerajaan utara dn timur ini mengakibatkan ratusan orang menjadi korban dalam peperangan, suasana makin genting di dalam kerajaan Mataram kala itu, kerabat keraton yang bernama Basah Bibit dan Patih Mataram yang bernama Panggeran Nrang Kususmo di tuduh bersekutu dengan para Ulama dan menentang kebijakan Sulatan Amangkurat 1. Dari peristiwa ini Basah Gondokusumo diasingkan ke semarang dan sang Patih memilih untuk bersemedi di sisi timur yaitu Gunung Lawu, jabatan Patih Nrang Kusumo digantikan oleh adiknya yaitu Nrang Boyo II.

Singkat cerita karena dituduh bekerja sama dengan para Ulama dan panggerna timur Basah Gondokusumo diasingkan ke Semarang dikediaman Kakeknya dan dari sini awal cerita bahwasanya Basah Gondokusumo mendapatkan wasiat dari kakeknya untuk mengasingkan diri ke wilayah timur yaitu sisi timur Gunung Lawu tepatnya ia Magetan yang sekarang. Mereka Basah Suryaningrata mendengar berita disisi timur lagi diadakan babt hutan yang dipimpin oleh Ki Buyut Suro (Ki Ageng Getas), pembabatan hutan ini atas dasar perintah Ki Ageng Mageti ini awal mula Magetan ada.

Baca Juga: 5 Gunung di Magetan Yang Wajib Kamu Daki

Karena mereka berdua adalah orang asing di wilayah timur dan pengasingan mereka ke wilayah Magetan serta bertemu dengan Ki Buyut Suro, mereka meminta tempat tinggal , Ki Buyut Suro langsung bicara kepada mereka agar menemui Ki Ageng Mageti, tanpa bosa basi mereka langsung menemui Ki Ageng Mageti di kediamaanya di Dukuh Gandong Kidul yang sekarang Alun-Alun Magetan.

Dari pembicaraan mereka Ki Ageng Mageti memberikan sebidang tanah di area Tambran kalo sekarang tepatnya ia Pasar Baru Magetan. Pertemuan mereka ini sangat krusial karena Bayah Sunyaningrat dan Basah Gondokusumo dalam hal ini orang baru dan meminta tanah di area Magetan, Ki Ageng Mageti memberikan pertanyaan banyak dari hal ini Ki Ageng Mageti sadar bahwsanya Basah Suryaningrat adalah sesepuh Mataram makanya diberikan sebidang tanah di area Tambran.

Baca Juga: Deretan Air Terjun di Magetan Yang Membuat Kamu Jatuh Cinta

Awal dan muasal Kota Magetan dari sini, Basah Suryaningrat dan cucunya Basah Gondokusumo mendpatkan tanah dari Ki Ageng Mageti mengetahui bahwa mereka adalah kerabata keraton dan akhirnya Ki Ageng Mageti memberikan seluruh tanah yang ada di Magetan untuk menghormati serta kesetiaannya terhadap Mataram. Dengan menerima tanah dari Ki Ageng Mageti sesepuh Mataram yaitu Basah Suryaningrat langsung mewisuda cucunya Basah Gondokusumo menjadi penguasa Magetan yang baru dengan gelar Yosonegoro dan kemudian dikenal dengan Bupati Yosonegoro, pertitiwa awal mula pemerintahan Magetan ini terjadi pada tahun 12 Oktober 1675. Karena Suryaningrat mendapatkan persembahan tanah yang sangat luas dari Ki Ageng Mageti oleh karena itu wilayah ini diberikan nama ”MAGETAN”.

Baca Juga: Tempat Wisata di Genilangit Poncol Magetan

Demikian ulasan tentang alun alun Magetan serta sepercik kisah asal muasal Kota Magetan tercinta, bagi warga Magetan  kita harus selalu menjaga sebuah ruang publik yaitu taman karena kalo bukan kita siapa lagi dan sejarah seperti yang di ceritakan diatas kita juga harus tahu agar bisa memotivasi diri dan mengenang para Pejuang, Ulama, yang telah berjuang demi kemajuan Magetan. Seng kangen Magetan komen ngeh 😀

Pos terkait

Loading...